Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

Dalam rangka .. tahun 2024 , Pengurus PGRI Kota Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dengan narasumber: Bpk …, dan Kepala Sekolah SMAS PGRI Klampok.

Acara sambutan disampaikan oleh … selaku Ketua Panitia . Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dilakukan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya dan tradisi yang ada.

Kepala Sekolah menyampaikan paparannya tentang: Guru merupakan poin utama untuk dapat mewujudkan SDM Unggul dan mencapai cita-cita Indonesia maju. Terkait ini, harusnya pemerintah pusat (Kemendikbud) dan pemerintah daerah bersama-sama dengan kementerian/lembaga lain yang turut mengelola pendidikan dapat mengalokasikan 20% anggaran pendidikan dengan prioritas pemenuhan guru. Sehingga permasalahan guru honorer tuntas dan semua guru memiliki status yang sama, sehingga mendapatkan hak dan kewajiban yang sama. Hak untuk mendapatkan penghasilan/kesejahteraan, hak mendapatkan perlindungan, dan yang paling utama yaitu hak untuk mendapatkan diklat/workshop dan sebagainya dalam rangka peningkatan kompetensi.

Kita jangan mengeluhkan kompetensi guru yang ada saat ini, terlebih untuk guru honorer. Justru harusnya kita berterimakasih terhadap mereka, karena keberadaan guru honorer sangat membantu proses pendidikan di setiap sekolah negeri sehingga KBM dapat berjalan.

Yang harus dipikirkan agar pendidikan berjalan baik dan berkualitas, maka harus ada upaya untuk menghasilkan guru profesional yang berkualitas, berasal dari para siswa SMA/SMK yang berkualitas super. Karena sudah menjadi hukum alam, bahwa kualitas suatu produk jadi sangat ditentukan oleh kualitas input (bahan bakunya). Oleh karenanya, kalau anak-anak yang memiliki kompetensi akademik dan talenta tinggi banyak berminat jadi guru, maka akan dihasilkan guru-guru berkompeten dan berkualitas yang dapat menciptakan proses pendidikan berkualitas yang dapat menghasilkan SDM unggul dan mewujudkan Indonesia maju.

Di era digital saat ini, guru harus merubah mindset dan cara kerja dalam pembelajaran. Guru harus mampu merubah dirinya sendiri, selain berupaya membelajarkan siswanya sesuai dengan perkembangan zaman. Belajar tidak harus berlangsung di dalam kelas, dan guru tidak harus mebjadi sumber ilmu pengetahuan. Informasi dan pengetahuan setiap mata pelajaran dapat diakses melalui google dan media online lainnya, serta dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Di era digital ini, guru harus lebih berperan sebagai inspirator, motivator, dan fasilitator bagi terlaksananya pembelajaran siswa. Selain sebagai inspirator dan role model dalam penguatan pendidikan karakter.

Pembelajaran di era revolusi industri 4.0 ini juga harus bergeser dari pembelajaran konten ke pembelajaran literacy; mulai dari literasi main set (literasi dasar), literasi digital, literasi kompetensi, sampai pada literasi kehidupan.